Nama Guru : Elsa Manora Siregar, S.Pd
Mata
Pelajaran : B.Indonesia
Kelas :
XII IPA2/ XII IPA3/XII IPA5
Pertemuan
: 2
Kode
KD
Kd. 3.10 Mengevaluasi informasi baik fakta maupun
opini dlm sebuah artikel yg di baca.
KD.4.10 Menyusun opini dlm bentuk
artikel.
Materi : TEKS
ARTIKEL
Metode
: Diskusi Tanya Jawab
Tujuan Pembelajaran ;
1.Siswa dapa mengevaluasi informasi dalam sebuah artikel.
2.Siswa dapat membaca artikel pada surat kabar dan menulis fakta opini yang ada dalam artikel.
3.Siswa dapat menyusun
opini dalam bentuk artikel.Pengembangan Materi
A. Mengevaluasi informasi dalam artikel
A. Fakta dan Opini
Fakta adalah hal atau keadaan peristiwa yang merupakan
kenyataan sesuatu yang benarbenar terjadi. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa
Indonesia). Dalam bahasa Indonesia, fakta adalah pernyataan yang tak
terbantahkan kebenarannya. Pernyataan itu berupa kalimat yang ditulis
berdasarkan kenyataan, peristiwa, atau keadaan yang benar-benar terjadi secara
objektif. Objektif berarti dapat ditangkap oleh indra dan mengandung
kepastian.
Fakta biasanya dapat menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan,
di mana, atau berapa.
Tulisan opini menuntut perhatian pada hubungan logis. Hal
ini menunjukkan bahwa susunan tulisan seperti itu sedikit lebih rumit dari pada
bentuk-bentuk lain yang diperbincangkan.
Opini adalah pendapat, pikiran, atau pendirian seseorang
terhadap sesuatu.
Sebelum menyusun artikel opini sesuai fakta, kalian perlu
ketahui dulu bahwa fakta dan opini saling menunjang dan berkaitan. Antara
keduanya harus terpadu, baik terpadu isinya, maupun terpadu bentuknya.
a. Kepaduan Isi
Kepaduan isi atau koheren adalah kekompakkan suatu paragraf
yang dinyatakan oleh kesatuan kalimat-kalimatnya dalam mendukung satu gagasan
pokok.
Kepaduan isi ditandai pula oleh hubungan kalimat yang
satu dengan yang lainnya yang berdasarkan penalaran atau kelogisan.
Perhatikan contoh:
Pak Amat mengidap kanker paru-paru. Oleh sebab itu, ia
banyak merokok.
Contoh kalimat itu menyatakan hubungan sebab-akibat. Namun,
hubungan tersebut tidak logis. Ketidaklogisan tersebut terletak pada penggunaan
konjungsi oleh sebab itu, yang berarti kanker merupakan penyebab seseorang
banyak merokok. Padahal, justru sebaliknya, banyak merokok dapat menyebabkan
kanker.
b. Kepaduan Bentuk
Perhatikan paragraf berikut!
Bingung. Begitulah yang biasa terjadi pada tamatan SMA. Mau
ke mana mereka setelah itu: kuliah atau kerja? Sementara itu, ancaman
menganggur begitu menakutkan. Menganggur memang tidak enak: bengong tidak ada
yang bisa dikerjakan dan menghasilkan sesuatu.
Paragraf tersebut memiliki keeratan hubungan
antarkalimat-kalimatnya karena diikat oleh kehadiran kata-kata tertentu.
Ada beberapa bentuk kata yang menyebabkan paragraf
tersebut memiliki keeratan hubungan.
1) Pengulangan kata, yakni begitu, menganggur,
kerja
2) Penggunaan kata tunjuk, yakni itu, begitu.
3) Penggunaan kata ganti, yakni mereka.
4) Penggunaan kata penghubung, yakni sementara itu.
Selain itu, ada konjungsi lainnya yang dapat menghubungkan
antarkalimat satu dengan kalimat lainnya, yaitu:
1) Penggunaan konjungsi, misalnya
a. Biarpun begitu atau namun untuk menyatakan hubungan
pertentangan dengan kalimat sebelumnya.
b. Sesudah itu atau kemudian untuk menyatakan hubungan
kelanjutan dari peristiwa sebelumnya.
c. selain itu untuk menyatakan hal lain di luar yang
telah dinyatakan sebelumnya
d. sesungguhnya untuk menyatakan kebalikan dari yang telah
dinyatakan sebelumnya
2) Pengulangan kata atau frasa
a. Anak-anak biasanya mudah terkena ETS. Hal ini terjadi
karena pada anak-anak saluran pernapasan mereka lebih kecil dan bernapas lebih
cepat daripada orang dewasa.
b. Minyak bumi adalah sumber energi yang tidak
terbarukan. Artinya, minyak bumi yang telah dipakai tidak dapat didaur ulang.
3) Pemakaian kata ganti atau kata yang sama
maknanya
a. Putri penyair kenamaan itu sudah tumbuh dewasa. Gadis itu
sekarang duduk di SMA.
b. Pagi-pagi Bu Santi telah berada di sekolah. Bu guru muda
itu memang patut untuk dijadikan contoh para siswanya.
Pengembangan Materi
SELAMAT BELAJAR
Tidak ada komentar:
Posting Komentar